Jumat, 15 Mei 2009

Sejarah Satelit Indonesia


Tahun 1980-an

Uji terbang muatan roket misi komunikasi radio amatir pada 1982. Uji ini dilakukan Lapan bekerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari). Empat roket diterbangkan setinggi 30 kilometer membawa pemancar radio yang bekerja pada frekuensi amatir 146.500 MHz dengan daya 2 watt. Dua roket berhasil mengirim sinyal radio berisi data meteorologi dan data olah gerak roket berupa multitone itu ke stasiun Orari yang tersebar di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Tahun 1990-an

Uji terbang konsentrator antariksa (digipeater) pada 1996. Konsentrator antariksa (konsensa) pada dasarnya merupakan komputer yang berfungsi sebagai flying mail box dan router untuk komunikasi dengan mode store and forward. Satelit ini dibuat sebagai jalan keluar dari jaringan-jaringan komunikasi yang sudah mulai macet di periode ini. Sebagai router, konsensa akan membuat rute surat-surat elektronik dari satu node ke node lainnya sesuai dengan tujuan yang diberikan. Sebagai flying mail box, konsensa akan menyimpan berkas-berkas data yang dikirim pada direktori hard disk (store) dan kemudian mengirimkannya ke tujuan yang sudah ditentukan (forward).

Tahun 2000-an

Pengembangan model engineering satelit Lapsat pada 2001. Model satelit ini dirancang untuk dapat memenuhi persyaratan operasi sebagai berikut: (a) setiap model subsistem harus terintegrasi, (b) pengoperasian catu daya, muatan komunikasi data digital dan telemetri harus dapat dikendalikan sepenuhnya dari onboard computer.

Pengembangan model engineering satelit Inasat pada 2003. pengembangan Inasat bertujuan untuk menganalisis dinamika terbang, karakteristik satelit dan karakteristik medan magnet. Kali ini sudah mulai digunakan perangkat desain satelit sehingga sudah dapat dilakukan uji simulasi. Dari uji tersebut bisa diketahui karakteristik orbit dan lingkungannya, seperti radiasi matahari dan pengaruh radiasi elektron terhadap peralatan satelit.

Perkembangan terkini

Pengembangan model terbang satelit Lapan-Tubsat/Lapan A1 dimulai pada tahun 2004. Pengembangan satelit pengamatan Lapan A2 dimulai pada awal 2007 sebagai fase baru yang lebih mandiri. Pengembangan satelit pengindraan jauh Lapan-B1 yang baru, dimulai dengan pengembangan imager sebagai muatan satelit untuk misi penginderaan jauh. Aplikasinya, menunjang program ketahanan pangan nasional.