Selasa, 23 Juni 2009

Ada Danau Di Planet Mars?


Ngarai dalam dan panjang serta bekas pantai barangkali merupakan bukti paling jelas mengenai keberadaan danau di permukaan Mars –yang diduga pernah berisi air tapi kini sudah kering, kata beberapa ilmuwan, Rabu (18/6).

“Gambar dari sebuah kamera High Resolution Imaging Science Experiment di pesawatReconnaissance Orbiter menunjukkan air memotong ngarai sepanjang 50 kilometer,” kata tim ilmuwan di University of Colorado, Boulder.

Danau itu diduga memiliki ukuran 200 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter, tulis para peneliti tersebut di jurnal Geophysical Research Letters.

Sekarang tak ada perdebatan bahwa air memang ada di permukaan Mars –robot peneliti telah menemukan es. Juga ada bukti bahwa air mungkin masih merembes ke permukaan dari bawah tanah, kendati air itu segera hilang akibat cuaca dingin, asmosfir tipis Planet Merah tersebut.

Beberapa ilmuwan peneliti planet juga telah melihat apa yang boleh jadi merupakan tepi sungai raksasa dan laut –tapi sebagian bentuk itu juga dapat diperdebatkan dan diduga terbentuk oleh longsoran tanah kering. “Ini adalah bukti pertama yang tak meragukan mengenai garis pantai di permukaan Mars,” kata Gaetano Di Achille, yang memimpin studi tersebut.


“Pengidentifikasian jalur pantai dan bukti ekologi yang menyertai memungkinkan kami menghitung ukuran dan volume danau itu, yang tampaknya terbentuk sekitar 3,4 juta tahun lalu,” kata Di Achille dalam satu pernyataan.

Air adalah kunci bagi kehidupan dan para ilmuwan mencari dengan sia-sia bukti mengenai kehidupan, baik pada waktu lalu maupun sekarang, di Mars. Keberadaan air di planet itu juga dapat bermanfaat bagi peneylitian manusia pada masa depan.

“Di Bumi, delta dan danau adalah pengumpul yang sangat bagus dan pelestari tanda kehidupan masa lalu,” kata Di Achille. “Jika kehidupan pernah ada di Mars, delta mungkin menjadi kuncil guna membuka rahasia biologi masa lalu di Mars,” kata Di Achille.

“Bukan hanya penelitian ini membuktikan bahwa ada sistem danau yang lama hidup di Mars, tapi kita juga dapat melihat bahwa danau yang terbentuk setelah kondisi hangat, basah diduga telah hilang,” kata asisten profesor, Brian Hynek.

Danau tersebut barangkali telah menguap atau membeku selama perbuahan iklim singkat, kata para peneliti itu. “Airnya diduga telah berubah menjadi uap.. Tak seorang pun mengetahui apa yang mengubah Mars dari planet yang hangat dan lembab menjadi seperti sekarang — gurun beku tanpa udara.”

Sumber : apakabardunia

Sabtu, 20 Juni 2009

Awak Atlantis Mulai Perbaikan Hubble


CAPE CANAVERAL - Para awak pesawat ulang alik Atlantis telah berhasil mencapai teleskop luar angkasa Hubble dan segera memulai perbaikan teleskop yang penuh risiko.

Sebelumnya, sempat terjadi kerusakan pada bagian bawah pesawat karena terjadi benturan dengan sampah luar angkasa.

Dalam pemeriksaan selama sepuluh jam terhadap bagian pelindung pesawat, ketujuh awak Atlantis menemukan adanya robekan pada bagian itu. Kerusakan terjadi di sayap kanan pesawat dan kemungkinan terjadi ketika Atlantis melewati orbit.

Namun seperti yang telah disebutkan juru bicara NASA kemarin, kerusakan tersebut telah diperbaiki dan tidak mengancam misi penerbangan.

News Yahoo, Kamis (14/5/2009) melansir, pada saat pertama kali menyentuh Hubble, para awak Atlantis mengaku sangat takjub menemukan bahwa teleskop yang telah lama mengorbit itu masih dalam kondisi yang sangat baik.

"Ini adalah pemandangan yang menakjubkan. Hubble yang telah mengorbit di luar angkasa selama 19 tahun nampak masih dalam kondisi yang sangat baik dan sangat fantastik," demikian laporan John Grunsfeld, salah satu awak misi perbaikan teleskop.

Setelah awak Atlantis meninggalkan selesai memperbaiki Hubble minggu depan, tidak akan ada lagi misi penerbangan ke Hubble berikutnya. Pasalnya, misi kali ini merupakan misi perbaikan Hubble ke lima sekaligus yang terakhir kalinya.

Oleh karenanya NASA sangat fokus mempersiapkan misi ini dan rela mengeluarkan dana lebih dari USD1 miliar. Manajer misi penerbangan NASA pun memilih dua astronot handal yang sebelumnya sudah pernah ke Hubble. Kedua astronot itu adalah Michael Massimino dan John Grunsfeld yang sudah tiga kali melakukan misi ke Hubble.

Atlantis berangkat dari Bumi sejak Senin 11 Mei lalu dan akan melakukan misi perbaikan Hubble selama 11 hari. Perbaikan ini akan memperpanjang kinerja Hubble hingga lima tahun ke depan.

Sumber : tekhno.okezone

2 Juli, LAPAN Luncurkan Roket RX-420


JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mengorbitkan roket RX-420 pada 2 Juli 2009 mendatang.

Roket bernama RX-420 ini merupakan roket terbesar milik Indonesia. Dengan begitu, peluncuran yang akan dilaksanakan di Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, ini akan menjadi peluncuran roket terbesar di Indonesia untuk pertama kalinya.

"Sejak pukul 5 pagi kami telah mengadakan persiapan. Kami harapkan pukul 6 atau 7 pagi roket sudah diluncurkan. Pada jam-jam itu merupakan waktu terbaik meluncurkan roket. Karenanya cuacanya mendukung, masih tenang dan belum terlalu banyak angin," kata Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara, Yus Kadarusman Markis ketika dihubungi okezone, Jumat (19/6/2009).

Yus mengatakan nama RX-420 berarti adalah roket eksperimen dengan diameter 420 milimeter.

Lebih lanjut Yus mengatakan, tujuan peluncuran roket ini merupakan langkah awal untuk meluncurkan satelit. Roket RX-420 satu tingkat ini memiliki daya jangkau hingga 190 kilometer. Sedangkan untuk meluncurkan satelit dibutuhkan 4 tingkat roket hingga bisa mencapai 700 kilometer atau lebih.

"Untuk itu, sedikit demi sedikit kami akan terus mengembangkan dan menambah daya jangkau roket agar mencapai target," kata Yus.

Rencananya, uji coba peluncuran roket akan dilanjutkan pada 2010. Roket yang akan diluncurkan nanti merupakan gabungan dari RX 420-420. Selanjutnya pada 2011 Lapan akan meluncurkan roket gabungan 420-420-320 dan SOB 420.

Selain itu, Lapan juga melakukan kerja sama pembuatan roket dengan beberapa lembaga lainnya juga tengah dikembangkan. Adapun roket yang tengah dikembangkan diantaranya roket penangkal petir untuk melindungi fasilitas penting, dan roket untuk membuat hujan buatan.