Kamis, 18 Juni 2009

Meteor Tabrak Seorang Anak


BERLIN - Seorang anak berusia 14 tahun, warga negara Jerman, mengklaim bahwa dirinya telah ditabrak oleh meteor yang berkecepatan 30.000 mph.

Meteor berukuran sebesar biji kacang polong itu berhasil mengenai tangan kirinya dan meninggalkan sebuah luka yang cukup dalam.

"Ketika meteor tersebut menabrak, saya sempat terkejut dan tidak sadarkan diri. Bahkan ketika saya sadar, meteor tersebut sudah menyatu dengan tanah," ujar remaja bernama Gerrit Blank itu, seperti dilansir melalui Space.com, Senin (15/6/2009).

Para astronom yang meneliti kejadian ini membenarkan bahwa Blank memang terkena 'timpuk' sebuah benda yang berasal dari luar angkasa.

"Kebanyakan meteor memang langsung menguap saat berada di atmofir, untuk kemudian tercipta bintang jatuh, dan meteor biasanya tidak pernah mencapai tanah," ujar tim ilmuwan yang meneliti kejadian ini.

Menurut mereka, kebanyakan meteor yang jatuh dan menimpa bumi terbuat dari metal. Bahkan kebanyakan batu luar angkasa, meskipun mereka berukuran sebesar mobil, akan langsung terbelah atau meledak, jika meteor-meteor tersebut jatuh ke bumi.

Beberapa kejadian meteor yang menimpa rumah, mobil atau barang-barang besar yang ada di bumi memang cukup banyak. Namun para ilmuwan merasa heran jika ada manusia yang pernah tertimpa meteor dan hanya mengalami luka.

"Jika meteor mampu meledakkan rumah dan mobil, pastinya meteor akan membuat seseorang terbunuh," ujar ilmuwan

Sumber : Okezone

Rabu, 17 Juni 2009

Astronot Gunakan Twitter di Luar Angkasa


LONDON - Pamor situs microblogging Twitter kian menanjak, apalagi semakin banyak orang terkenal dan pejabat penting memanfaatkan situs ini untuk menyampaikan pesan.

Tak terkecuali para astronot yang sedang menjalankan misi ke Hubble. Salah satu astronot dalam misi ini, Mike Massimino berbagi cerita perjalanan luar angkasanya melalui Twitter.

Kemarin, Massimino memulai perjalanannya ke luar angkasa dengan pesawat ulang alik Atlantis bersama enam awak pesawat lainnya. Misi kali ini adalah untuk memperbaiki teleskop luar angkasa Hubble, demikianketerangan yang dikutip dari Daily Mail, Rabu (13/5/2009).

Melalui situs microblogging Twitter, Massimino tetap bisa berhubungan dan menyampaikan kabar ke Bumi.

"Tujuan berikutnya, menuju orbit Bumi!" kata Massimino dalam salah satu pesannya. Massimino memiliki akun Twitter bernama Astro_Mike dengan alamat Twitter.com/Astro_Mike.

Beberapa jam sebelum mengangkasa, Massimino telah menuliskan berbagai pesan yang menceritakan persiapan peluncuran di dalam pesawat Atlantis.

Dalam akun Twitternya, Massimino telah memiliki 221.119 follower dan pesan Twitternya telah di-update sejak dia berlatih untuk misi peluncuran ke Hubble di Houston pada April lalu.

Sumber:Okezone

Binatang Yang Dapat Hidup Di Luar Angkasa


Tardigrades (dikenal dengan Water Bears) merupakan bagian dari supefilum Ecdysozoa, filum Tardigrada . Ukurannya sangat kecil, hidup di air, dengan kaki berjumlah delapan.

Tardigrades pertama kali dideskripsikan oleh Eprhaim Goeze pada tahun 1773. Nama Tardigrada berarti “pejalan lambat” yang diberikan oleh Spallanzani (1777). Panjang tubuh tardigrades dewasa adalah 1,5 mm, paling kecil ukurannya 0,1 mm, larvanya berukuran 0,05 mm.

Tardigrades bisa ditemukan di semua bagian dunia, mulai dari puncak Himalaya hinngga di dasar samudera, dan dari kutub hingga di bagian ekuator.

Tempat yang paling disukai di tempat berganggang. Di pantai, tanah maupun di air dapat dijumpai binatang mini ini.

Hal yang paling menarik dari hewan ini adalah kemampuan untuk beradaptasi di lingkungan yang sangat ekstrim. Tardigrades dapat bertahan di lingkungan yang beku (0oc) hingga di tempat yang bertemperatur tinggi (151oc). Bahkan dapat bertahan terhadap radiasi 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan jumlah radiasi di mana makhluk hidup lain dapat bertahan. Oleh karena itu, tardigrades dikenal sebagai hewan yang polyextremeophiles .

Dengan kemampuan tersebut, tardigrades merupakan makhluk hidup yang dapat bertahan bila terjadi perang nuklir atau bencana alam lain yang ekstrim. Bahkan tardigrades dapat hidup selama 120 tahun dalam kondisi kering.

Kemampuan unik lainnya dari tardigrades adalah dapat bertahan di keadaan angkasa luar yang hampa udara. Pada satu penelitian di September 2007, tardigrades dapat hidup selama selama 10 hari di lingkungan luar angkasa. Tardigrades yang mengangkasa menggunakan pesawat luar angkasa FOTON-M3 oleh European Space Agency, dapat bertahan hidup dapat keadaan hampa udara, terpapar sinar kosmik, dan bahkan dapat bertahan terhadap radiasi UV matahari 1000 kali lebih tinggi dibandingkan radiasi di permukaan bumi.

Sumber : apakabardunia